• Senin, 17 Januari 2022

Filosofi Merdeka Belajar, Sudahkah kita Merdeka dalam Belajar?

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 14:09 WIB
Merdeka Belajar
Merdeka Belajar

Setiafakta - Merdeka Belajar merupakan program utama yang diinisiasi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anawar Makarim. Program ini bertujuan untuk memberikan peserta didik kebahagiaan dan sepenuh hati dalam menempuh pendidikan. Di sisi lain, Kebijakan ini juga merupakan langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia yang memiliki Profil Pelajar Pancasila.

Program Merdeka Belajar memberi siswa kebebasan untuk mengakses sumber ilmu yang tidak terbatas pada ruang kelas dan guru. Siswa diberikan keleluasaan untuk bisa mengakses pembelajaran melalui media daring, perpustakaan, maupun media yang hadir di lingkungan sekitar siswa.

Namun dalam memaknai konsep Merdeka Belajar yang dicetuskan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) guru harus jeli dalam menterjemahkan konsep tersebut. Guru pun harus kreatif agar bisa membimbing dan mengarahkan siswa sesuai dengan konsep merdeka belajar.

Mas Menteri Nadiem Anwar Makarim menjelaskan bahwa konsep "Merdeka Belajar" paling tepat digunakan sebagai filosofi perubahan. Hal ini karena konsep Merdeka Belajar sangat tepat dengan situasi sekarang ini.  Sebab dalam konsep Merdeka Belajar terdapat kemandirian dan kemerdekaan bagi lingkungan pendidikan menentukan sendiri cara terbaik dalam proses pembelajaran.

“Kenapa kami memilih "Merdeka Belajar" dari awal? Jawabannya ada dua, pertama filsafat Ki Hadjar Dewantara menginsipirasi saya dan tim saya mengenai dua konsep, satu adalah kemerdekaan, kedua adalah kemandirian,” kata Nadiem saat rapat kerja dengan Komisi X di DPR RI, Kamis (27/8/2020).

Menurut Mas Menteri saat ini program "Merdeka Belajar" sangat dibutuhkan. Lewat program ini anak-anak tak lagi harus terpaku pada kurikulum yang ada, tetapi bisa menggunakan cara belajar yang paling cocok. “Cocoknya kata merdeka, dengan merdekanya pemikiran anak-anak kita, biar mereka tidak bisa dijajah baik sosmed maupun orang lain,” tutur Mas Menteri.

Dalam konsep Merdeka Belajar, lanjut Mas Menteri, kemerdekaan juga berlaku bagi guru kala mengajar di dalam kelas. Melalui konsep ini guru dapat menentukan sendiri cara dan metode mengajar yang terbaik untuk anak didiknya. Guru juga secara merdeka dapat memilih elemen-elemen dari kurikulum yang terbaik.

Kemerdekaan, kata Mas Menteri, juga berlaku bagi kepala sekolah. Tujuannya agar kepala sekolah secara mandiri bisa menentukan program yang terbaik, utamanya dalam penggunaan anggaran.

Sementara bagi mahasiswa konsep Merdeka Belajar memberikan wahana baru dalam belajar, yang tidak terpaku di dalam ruang lingkup kampus. Mahasiwa bisa mengasah diri melalui dunia industri dan dunia usaha dengan mengerjakan proyek wirausaha. Mahasiwa juga bisa turun langsung ke desa-desa untuk mengajar dan membangun proyek penelitian. “Nah itu makanya mengapa saya menggunakan Merdeka Belajar' karena tidak ada filsafat yang lebih baik menurut kita untuk menjelaskan perubahan apa yang kita inginkan,” ujarnya.

Ada Beragam Kendala

Halaman:

Editor: A. Fauzi Ramdani

Tags

Terkini

Inilah Penjelasan Ilmiah Penyebab Gempa Banten

Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:32 WIB

Doa Gus Baha Agar Lancar Rezeki, Tapi Jangan Rakus

Selasa, 21 Desember 2021 | 08:52 WIB

Survei: Alumni Undip Paling Laku, Kalahkan UI dan ITB

Senin, 20 Desember 2021 | 22:48 WIB

GPMB Kampanyekan Budaya Baca di Lingkungan Keluarga

Selasa, 30 November 2021 | 17:38 WIB

Peringatan Hari Guru, ini Pidato Menyentuh Nadiem

Kamis, 25 November 2021 | 21:15 WIB
X