• Senin, 4 Juli 2022

Penjelasan Gus Baha, Mengapa Jumlah Rakaat Shalat Tarawih Berbeda-beda

- Minggu, 3 April 2022 | 19:00 WIB
Ilustrasi orang shalat  (Pixabay )
Ilustrasi orang shalat (Pixabay )

 

Setiafakta.com - Dalam pelaksanaan shalat tarawih, ada perbedaan dalam jumlah rakaat. Sebagian ada yang melaksanakan sebanyak  8 rakaat, ada pula yang 20 rakaat. Mengapa hal demikian bisa terjadi? 

Gus Baha menceritakan tentang shalat tarawih di masa Nabi. Sebutan shalat tarawih sendiri belum ada saat itu. 

Menurut Gus Baha saat itu disebut sebagai Qiyamul-lail. Secara umum qiyamul-lail  merujuk kepada amalan beribadah pada malam hari dengan mengerjakan salat-salat sunat.

Gus Baha menceritakan tentang  Nabi Muhammad SAW yang khawatir shalat sunnah akan dijadikan ibadah wajib oleh umatnya.

Baca Juga: Adi Hidayat: Pahala Berlipat Ganda Bagi Mereka yang Beramal di Jalan Allah

Gus Baha kemudian menceritakan tentang kisah awal diadakannya shalat malam pada bulan Ramadhan yang saat ini disebut tarawih.

Hari pertama, Rasulullah keluar dari rumah untuk shalat malam sehabis isya di masjid. Sebenarnya pada awalnya Nabi Muhammad SAW mengadakan shalat sendirian. Tetapi banyak sahabat yang turut menjadi makmum. 

Pada hari ke-6, Nabi Muhammad SAW tidak keluar rumah. Para sahabat yang menunggu akhirnya pulang. 

Halaman:

Editor: R. Wiranto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Adi Hidayat Jelaskan Keistimewaan Nuzulul Qur'an

Rabu, 20 April 2022 | 05:30 WIB

Barokahnya Jadi Pengusaha, Menurut Gus Baha

Selasa, 29 Maret 2022 | 22:07 WIB
X