• Minggu, 2 Oktober 2022

Kasus Effendi Simbolon, Sebebas Apa Wakil Rakyat Boleh Bicara?

- Rabu, 14 September 2022 | 23:06 WIB
anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon  (Istimewa)
anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon (Istimewa)

 

Setiafakta.com - Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon akhirnya meminta maaf terkait pernyataannya yang menyebut adanya disharmonisasi antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Pernyataan Effendi Simbolon yang membuat Jenderal Dudung marah adalah terkait istilah gerombolan. Politisi senior PDIP ini membuat pernyataan saat rapat Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Panglima TNI, Senin 5 September 2022.

Sebenarnya pokok bahasan di raker itu adalah tentang anggaran tahun 2023. Tapi sudah lazim anggota DPR bebas bertanya tema lain kepada pihak tamu.

Baca Juga: Meski Data Rahasia Masih Aman, Tapi Pemerintah Buru Bjorka, Ini Faktanya

Effendi Simbolon bertanya kepada Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa terkait dugaan adanya disharmoni di tubuh TNI. Effendi Simbolon mempertanyakan mengapa KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurrachman tidak hadir dalam rapat itu.

Saat berbicara panjang lebar, terucap pernyataan Effendi Simbolon yang menyinggung harga diri TNI. Sepotong pernyataan itu adalah: 

"Kami banyak sekali temuan-temuan ini, disharmoni, ketidakpatuhan, ini TNI kayak gerombolan ini, lebih-lebih ormas jadinya, tidak ada kepatuhan," ujar Effendi Simbolon saat itu.

Buntut pernyataan ini ternyata memanas di luar gedung DPR.

Halaman:

Editor: R. Wiranto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Upaya Jegal Menjegal Calon Presiden, Nyata atau Ilusi

Jumat, 23 September 2022 | 07:50 WIB
X