• Minggu, 2 Oktober 2022

Modus Rektor Unila Diduga Kantongi Rp 4,4 Miliar dari Penerimaan Mahasiswa Jalur Mandiri

- Minggu, 21 Agustus 2022 | 09:06 WIB
Rektor Unila, Prof. DR. Karomani, M.Si. (sl/Ist/storiloka/net)
Rektor Unila, Prof. DR. Karomani, M.Si. (sl/Ist/storiloka/net)

 

Setiafakta.com - Kelakuan Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof Dr Karomani (KRM) kelewatan. Ternyata ia mengantongi miliaran rupiah dari proses Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila).

Hal ini terungkap dari penjelasan KPK setelah Karomani dijadikan sebagai tersangka kasus suap.

KPK menyebut Karomani mematok harga dari Rp 100 juta sampai Rp 350 juta per mahasiswa agar bisa masuk Unila. 

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (21/8/2022).

Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Indonesia, Waspada dengan Gejalanya

KRM diduga turut menentukan kelulusan para peserta Simanila dengan memerintahkan HY (Heryandi) selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Budi Sutomo selaku Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat.

Ia juga melibatkan MB (Muhammad Basri) selaku Ketua Senat untuk turut serta menyeleksi besarnya bayaran agar dinyatakan lulus.

Ghufron mengatakan Karomani berbagi tugas dengan Heryandi (HY) selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila, Muhammad Basri (MB) selaku Ketua Senat Unila dan Budi Sutomo (BS) selaku Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat. 

Halaman:

Editor: R. Wiranto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Upaya Jegal Menjegal Calon Presiden, Nyata atau Ilusi

Jumat, 23 September 2022 | 07:50 WIB
X