• Minggu, 2 Oktober 2022

Dugaan Pengambilan CCTV Berpotensi Dipidana dan Masuk Penjara

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 15:16 WIB
Irjen Ferdy Sambo ditempatkan di Mako Brimob (Istimewa)
Irjen Ferdy Sambo ditempatkan di Mako Brimob (Istimewa)

 

Setiafakta.com - Pencopotan kamera pengawas atau CCTV yang diduga dilakukan Irjen Pol. Ferdy Sambo bisa masuk ranah pidana.

"Pencopotan CCTV itu bisa masuk ranah etik dan bisa masuk ranah pidana. Bisa masuk dua-duanya," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD 

 dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu, 7 Agustus 2022.

Baca Juga: Dugaan Kesalahan Irjen Ferdy Sambo dalam Kasus Terbunuhnya Brigadir J

"Jadi pengambilan CCTV itu bisa melanggar etika, karena tidak cermat atau tidak profesional. Namun, sekaligus juga bisa pelanggaran pidana karena 'obstruction of justice' dan lain-lain," ujar Mahfud.

Sanksi pelanggaran etik diusut Komisi Disiplin dengan sanksi pemecatan, penurunan pangkat, teguran dan lainnya.

Sedangkan peradilan pidana diputus oleh hakim yang hukumannya berupa penjara, hukuman mati, pidana seumur hidup, perampasan harta hasil tindak pidana, dan lain-lain.

Baca Juga: Tottenham Klub Paling Subur Pembuka Liga Primer

Halaman:

Editor: R. Wiranto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Upaya Jegal Menjegal Calon Presiden, Nyata atau Ilusi

Jumat, 23 September 2022 | 07:50 WIB
X