• Kamis, 26 Mei 2022

Dibuktikan Survei, Jual Beli Jabatan Merupakan Modus Korupsi yang Populer oleh Bupati dan Walikota

- Kamis, 6 Januari 2022 | 12:30 WIB
Walikota Bekasi Rahmat Effendi dalam sebuah kampanye pakai masker (Ig pemkot_bekasi)
Walikota Bekasi Rahmat Effendi dalam sebuah kampanye pakai masker (Ig pemkot_bekasi)

 

Setiadakta.com -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)telah menangkap banyak pejabat yang terlibat jual beli jabatan

Yang terbaru adalah KPK melakukan operasi tangkap tangan kepada Walikota Bekasi Rahmat Effendi, pada Rabu (5/1/2022).

Dalam giat tangkap tangan tersebut, KPK mengamankan 12 orang termasuk Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi, dan pihak swasta.

Baca Juga: Peraturan Terbaru untuk Cegah Penyebaran Omicron Bagi yang Datang dari Luar Negeri

“Informasi yang kami peroleh, tangkap tangan ini terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah pengadaan barang dan jasa, serta lelang jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (6/1/2022).

Sebelumnya banyak pejabat yang tertangkap karena kasus ini. Mungkin akan banyak lagi yang tertangkap oleh KPK jika mereka tidak kapok-kapok. Pasalnya, jual beli jabatan terbilang modus korupsi yang sederhana.

Seorang bupati atau walikota tentu akan mengangkat banyak pejabat dari tingkat terbawah hingga atas. Di beberapa kasus para lurah pun harus membayar sejumlah uang.

Baca Juga: Indosat dan Tri Bergabung, Apa Manfaatnya Buat Pelanggan?

Halaman:

Editor: R. Wiranto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fakta Tentang UAS yang Ditolak Masuk Singapura

Selasa, 17 Mei 2022 | 12:00 WIB

Indonesia Bertransisi dari Pandemi ke Endemi

Selasa, 10 Mei 2022 | 19:34 WIB

Arus Balik Capai Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Minggu, 8 Mei 2022 | 19:32 WIB

Ingat, Warga Diminta Balik Lebih Cepat

Selasa, 3 Mei 2022 | 06:36 WIB

Rektor ITK yang Diduga Rasis Akan Ditindak

Senin, 2 Mei 2022 | 13:18 WIB
X