• Jumat, 29 Oktober 2021

Sengkarut Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PKS Desak Audit Investigasi

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:28 WIB
Fraksi PKS: Ketergesaan Pemerintah dalam memutuskan proyek kereta cepat, menyebabkan perhitungan dalam studi kelayakannya jadi tidak akurat (Instagram KCIC)
Fraksi PKS: Ketergesaan Pemerintah dalam memutuskan proyek kereta cepat, menyebabkan perhitungan dalam studi kelayakannya jadi tidak akurat (Instagram KCIC)

Setiafakta.com- Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung kembali disorot. BUMN yang menjadi perusahaan patungan membangun mega proyek ini menderita persoalan keuangan imbas pandemi.

 Ditambah faktor pembiayaan yang bengkak, membuat proyek ini terancam mangkrak. Pemerintah pun turun tangan dengan mengongkosi proyek tersebut menggunakan dana APBN, berlawanan dengan janji yang pernah diutarakan Presiden Jokowi. 

Kebijakan itu dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 yang merupakan perubahan atas Perpres Nomor 107 Tahun 2015, tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam khawatir Perpres baru ini akan semakin membebani APBN. 

Baca Juga: Piala Thomas: Deg deg an, Indonesia Susah Payah Kandaskan Taiwan 3-2

“Skema pendanaan yang tertuang dalam Perpres baru berupa penyertaan modal negara kepada pimpinan konsorsium badan usaha milik negara dan/atau penjaminan kewajiban pimpinan konsorsium badan usaha milik negara, akan membuat APBN semakin berat,” kata Ecky dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/01/2021). 

Ecky menilai, proyek infrastruktur KCJB sudah salah dari awal. Ketergesaan Pemerintah dalam memutuskan proyek kereta cepat, menyebabkan perhitungan dalam studi kelayakannya jadi tidak akurat.

Karena itu, Ecky menuntut audit investigasi terhadap proyek yang disinyalir akan merugikan keuangan negara.

“Kondisi tersebut jelas ironi dengan kondisi APBN yang saat ini masih harus fokus pada penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN),” pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menkes Pastikan Tidak ada Subsidi Untuk Tes PCR

Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:31 WIB

Mengapa Pilot Ikut-ikutan Protes Soal Tes PCR?

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:42 WIB

Duh, Sekarang Giliran Situs BSSN Jadi Sasaran Hacker

Senin, 25 Oktober 2021 | 18:59 WIB
X