• Rabu, 8 Desember 2021

Pemerintah Geser Hari Libur Maulid Nabi Muhammad SAW, Ketua MUI : Sudah Tak Relevan

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:33 WIB
Cholil Nafis Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah (Instagram/@cholilnafis)
Cholil Nafis Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah (Instagram/@cholilnafis)

Setiafakta.com Pergeseran hari libur Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 19 Oktober menjadi 20 Oktober mendapat perhatian dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis. Hal tersebut ia sampaikan dalam akun Instagram pribadinya @cholilnafis, pada Senin, 11 Oktober 2021.

Dalam instagramnya, Cholil Nafis memperlihatkan cuplikan video saat diwawancara TvOne terkait digesernya hari libur Peringatan Maulid Nabi Muhammad. Dalam video tersebut memprotes langkah pemerintah yang menggeser hari libur keagamaan umat Islam.

Dalam cuplikan tersebut Cholil Nafis menyampaikan kritik tentang langkah pemerintah yang menggeser hari libur keagamaan.

"Ketika daruratnya sudah tidak ada, kondisinya sudah berubah tentu hukumnya sudah berubah kembali ke asalnya. Libur bukan bagian dari hukum halal haram dan bagi masyarakat tentu menunda itu malah liburnya nambah, yang tanggal 19 libur 20 libur lagi," ujar Cholil Nafis dalam unggahan video pada Senin, 11 Oktober 2021.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit Jawa Tengah dan Penyebaran Islam Di Nusantara

Menurut Cholil Nafis, digesernya hari besar unat Islam sudah tak relevan dengan kondisi saat ini.

"Saat WFH n Covid-19 mulai reda bahkan hajatan nasional mulai normal sepertinya menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas liburan warga dan tidak berkerumun sudah tak relevan. Keputusan lama yang tak diadaptasikan dengan berlibur pada waktunya untuk merayakan acara keagamaan," tulis Cholil Nafis dalam keterangan di unggahannya tersebut.

Kenyataannya kritik yang dilemparkan Cholil Nafis bukan tanpa alasan. Pasalnya Sejak angka penyebaran Covid-19 mulai mereda, pemerintah malah mulai memberikan izin penyelenggaraan acara besar, seperti pesta pernikahan, konser musik, tempat hiburan dibuka, hingga digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON).

Bahkan agenda terbaru, dalam postingannya Presiden Jokowi mengaku bahwa pemerintah akan membuka penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 14 Oktober 2021.

Halaman:

Editor: A. Fauzi Ramdani

Tags

Terkini

Risma dan Sri Mulyani Dinilai Paling Bagus Kerjanya

Minggu, 5 Desember 2021 | 20:59 WIB

Polisi Larang Kegiatan 212, Peserta Bubarkan Diri

Kamis, 2 Desember 2021 | 12:01 WIB

Longsor di Toraja Utara, 1 Orang Tewas 5 Luka-luka

Rabu, 1 Desember 2021 | 22:24 WIB
X