• Rabu, 8 Desember 2021

Untuk Calon Pengantin Inilah Anjuran Mahar Dalam Islam

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:33 WIB
Untuk Calon Pengantin Inilah Anjuran Mahar Dalam Islam (Jamaludin Yusup)
Untuk Calon Pengantin Inilah Anjuran Mahar Dalam Islam (Jamaludin Yusup)

 

 

Setiafakta.com – Dalam Islam pemberian Mahar atau mas kawin saat pernikahan hukumnya wajib atau menjadi sarat sah dalam suatu pernikahan. Mas kawin atau mahar juga dijelaskan dalam islam adalah hak seorang calon istri yang diberikan oleh calon suami saat akad pernikahan.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Berikanlah maskawin (Mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (An-Nisaa: 4)

“Karena itu, kawinilah mereka dengan seizin orangtuanya, dan berilah maskawinnya menurut yang paling patut.” (An-Nisaa: 25)

“Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu membayar kepada mereka maharnya.” (Al-Mumtahanah: 10)

Baca Juga: 7 Wisata Air Terjun di Subang, Untuk Tenangkan Pikiran

Namun boleh juga menangguhkan pembayaran Mahar atau hanya sebagianya saja dahulu, jika seorang lelaki belum sanggup membayarnya. Tapi konsekuensinya tidak boleh melakukan hubungan suami istri sebelum membayar atau melunasi maharnya.

Islam menjelaskan Mahar yang baik adalah yang tidak memberatkan calon pengantin pria dan juga tidak merendahkan calon pengantin Wanita. dianjurkan bersegera menyerahkan mahar, merupakan hak istri yang tidak boleh diambil dan memberikan mahar dengan penuh kerelaan.

Menurut para ulama dari kalangan Madzhab Asy-Syafi’i, segala sesuatu yang punya nilai untuk membeli apa saja, maka ia boleh dijadikan sebagai maskawin.

Al-Hushni Rahimahullah mengatakan, “Tidak ada ketentuan mengenai maskawin tertinggi maupun terendah. Bahkan segala sesuatu yang punya nilai tukar atau berupa jasa itu boleh dijadikan sebagai mahar.”

Anjuran mempermudah pernikahan dan tidak memahalkan maskawin sebagaimana dalam hadist berikut;

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, ia menuturkan; Rasulullah SAW bersabda, “Pernikahan yang paling besar berkahnya ialah yang paling mudah maskawinnya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

 Diriwayatkan dari Aisyah Rahiyallahu Anha, ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda, “Wanita yang paling besar berkahnya ialah yang paling mudah maskawinnya.” (HR. Abu Dawud dan Al-Hakim)

Baca Juga: Anya Geraldine Your Island Girl, Warganet: Cuma Bilang Wow

Baca Juga: Pinjol Ilegal Jadi Sorotan, Menkominfo: Sudah Ribuan yang Ditutup Sejak 2018

Dalam agama Islam pada dasarnya menganjurkan untuk mempermudah mahar, dan tidak memasang yang mahal. Hal ini bertujuan demi kemaslahatan seluruh anggota masyarakat, baik yang laki-laki maupun yang wanita.

Bagaimana seandainya jika Mahar atau mas kawin yang berlaku itu mahal, tentu akan banyak pemuda pemudi yang sulit untuk menikah dan hal itu membuat berbagai macam persoalan sosial. Sebab tidak semua orang memiliki kekayaan yang cukup tinggi.

Allah Ta’ala berfirman dalam Alquran Al-Karim,

“Dan kawinkanlah orang – orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nuur: 32)

Menafsiri ayat tersebut, Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu mengatakan, “Allah menyuruh dan mendrong manusia untuk menikah, baik yang berstatus merdeka maupun yang berstatus budak. Dan Allah menjanjikan kecukupan atas hal itu. Wallahu alam bisshawab

 

Halaman:

Editor: A. Fauzi Ramdani

Sumber: Muslim Terkini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fakta Unik yang Membuat Semeru Sangat Terkenal

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:10 WIB

Fakta Menarik Semeru untuk Wisata Misteri

Minggu, 5 Desember 2021 | 09:46 WIB

Apakah Omicron Lebih Berbahaya daripada Varian Delta?

Senin, 29 November 2021 | 19:07 WIB

Hyundai Creta Mulai Produksi Massal Pada 2022

Sabtu, 13 November 2021 | 11:04 WIB
X