• Kamis, 26 Mei 2022

Lawang Sewu, Wisata Sejarah dan Misteri Dibalik Ruang Bawah Tanah

- Kamis, 11 November 2021 | 17:00 WIB
Lawang Sewu, Wisata Sejarah dan Misteri Dibalik Ruang Bawah Tanah    (Butski Butong/pixabay)
Lawang Sewu, Wisata Sejarah dan Misteri Dibalik Ruang Bawah Tanah (Butski Butong/pixabay)

 

Setifakta.com – Bagi warga Semarang dan sekitarnya pasti sudah tidak asing lagi dengan Gedung Lawang Sewu kan. Gedung peninggalan Belanda ini sangat popular bagi wisatawan yang datang ke kota Semarang.

Dibalik sejarah dan arsitektur khas nya, Lawang Sewu juga menyimpah kisah-kisah misteri didalamnya yang cukup menyeramkan dan membuat para wisatawan yang berkunjung ke Lawang Sewu cukup merinding.  

Mungkin banyak yang belum tahu nama sebenarnya Gedung Lawang Sewu ini, Gedung yang memiliki banyak pintu ini pada pembangunanya ditahun 1904 bernama Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij. Lawang Sewu sendiri diambil karena Gedung ini memiliki banyak pintu, atau dalam bahasa Jawa Lawang Sewu artinya seribu pintu.

Namun bukan berarti Gedung ini mempunyai seribu pintu seperti Namanya “Lawang Sewu”. Sebenarnya Gedung ini hanya memiliki 429 pintu dan juga memiliki banyak jendela ang dikira pintu jadi dari situlah penyebutan awal nama “Lawang Sewu".

Baca Juga: Panggilan ‘Bung’ Demi Kesetaraan Namun Kini Sudah Tidak Terdengar Lagi

Namun hanya karena namanya "Lawang Sewu", tidak berarti gedung ini benar-benar punya seribu pintu. Faktanya, Lawang Sewu hanya memiliki 429 pintu. Tapi sama seperti kebanyakan gedung Belanda lainnya, Lawang Sewu memiliki banyak jendela besar yang jika dilihat dari jauh akan terlihat seperti pintu. Dan itulah alasannya kenapa orang-orang menyebut gedung ini sebagai "Lawang Sewu".

Awalnya Lawang Sewu merupakan sebuah kantor kereta api asal Belanda, namun ada juga ruang bawah tanah di Lawang Sewu yang sejak diambil alih oleh Jepang pada 1942, dialih fungsikan menjadi penjara bawah tanah sekaligus tempat pembantaian untuk penduduk pribumi maupun tentara Belanda.

Lawang Sewu sempat menjadi medan pertempuran setelah kemerdekaan antara pemuda Angkatan muda kereta api (AMKA) dengan tentara kempetai dan kidobutai. Para pemuda AMKA berusaha mempertahankan Lawang Sewu namun kalah persenjataan dan personel. Pemuda AMKA bersuaha menyelamatkan diri dan tercatat ada 12 orang kabur ke toilet ketika pasukan Jepang membabi buta.

Baca Juga: Misteri Mbah Jawer Penguasa Waduk Jatiluhur

Pertempuran 5 hari di Semarang yang terjadi 14 hingga 19 Oktober 1945 selalu diperingati tiap tahunnya. Namun tidak banyak yang tahu ada bekas peperangan yang saat ini masih tersisa di gedung Lawang Sewu Semarang.

Halaman:

Editor: A. Fauzi Ramdani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fakta Desa Wisata Sembungan, Negeri di Atas Awan

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:18 WIB
X